Story

Dam Sei Harapan, Dulu Tempat Kami Berenang, Kini Tinggal Kenangan

[dropcap type=”default”]K[/dropcap]ETIKA masih kecil, aku sering berenang di dam Sei Harapan, maklum anak pulau tak senang rasanya jika tak berenang.

Terekam di memori ku,  ketika tahun 1985 aku dan abang sering bermain di sekitar dam dan  kami selalu pulang sore dan melihat mamak memegang sapu lidi hahahaha.

Kami selalu dilarang berenang di dam  karena mamak takutnya anaknya tenggelam, tapi larangan itu sering kami langgar hehehe..

Yaa, hukuman selalu menanti kami jika ketahuan berenang.  Mamak selalu tahu  jika kami  habis berenang, padahal jejaknya sudah dihilangkan. Sebelum pulang berjemur dulu, eh tapi tetap aja ketahuan.

Dulu kami masih tinggal di Pengairan lama yang sekarang berdekatan dengan SD 001 (kalo ngga salah yaa).

Kami mulai pindah ke Pengairan baru sejak aku sekolah SD, dan rumah itu  kami tinggali hingga sekarang.

Kembali ke topik, dulu tak banyak hiburan bagi anak – anak seperti kami, sehingga dam Sei Harapan menjadi tempat tongkrongan.

Yaa anak-anak yang tinggal di sekupang pastinya main ke dam Sei Harapan. Bisa dikatakan kami disatukan dam Sei Harapan.

Di sini kami bisa nongkrong, memancing atau berenang.

Di sini pula abangku belajar merokok (tepok jidat). Termasuk aku juga, tapi aku merasa rokok itu tak enak, jadi tak diteruskan.

Di dam Sei Harapan  ada namanya tempat kontrol air ( mungkin itu namanya).  Dimana  anak- anak sering duduk bersama, bahkan  tempat itu dijadikan uji nyali siapa yang berani terjun.

Ada aja anak yang meloncat dari atas byur, hahaha . Kalo aku cukup berenang dari tepian aja lah, abisnya dalam banget.

Dari ujung ke ujung dam Sei harapan sudah kami jelajahi, bahkan pernah pakai perahu karet .

Tapi  itu dulu, setelah 40 tahun dam Sei Harapan kehilangan harapan, sejak musim kering melanda,  Dam ini mengering.

Setiap berkunjung ke rumah emak, aku selalu berhenti sebentar melihat Dam ini, airnya sudah menyusut drastis, sedih banget melihatnya.

Bahkan mulai 20 April 2019  akan dilakukan rationing dimana akan adanya pengiliran air. Ntah sampai kapan pengiliran akan terus dilakukan.

Dam ini merupakan salah satu penyuplai air baku untuk diolah menjadi air bersih dan digunakan warga  Sekupang,  Tiban dan sekitarnya.

Harapan ku cuma satu, semoga hujan segera turun dan memberikan kekuatan kembali pada dam Sei Harapan.

rio bara

Recent Posts

Cerita Grandpa Refael Batubara

Jika bapak masih hidup, bulan Oktober 2024 ini bapak berusia 75 tahun. Kepergian bapak dua…

2 years ago

Ada Koleksi Kostum BTS di Science Centre Singapura, Dipamerkan Hingga Februari 2024

MENGUNJUNGI Science Centre Singapura selama Februari ini bakal ada kejutan istimewa lho. Terutama bagi kamu…

2 years ago

Mengintip Laptop Gaming ROG Strix G16, Desain Kekinian dan Spek Gahar

PERTAMA KALI melihat Laptop gaming ini, aku langsung terpesona. Desainnya yang kekinian dipadu dengan jeroan…

2 years ago

Bank BRI Hadir di Pelosok Negeri, Bantu Warga Akses Perbankan

ADA yang tahu ngga Kota Perdagangan itu dimana? pastinya tidak ada orang yang tahu. Pasti…

2 years ago

Nuvasa Bay Sinar Mas Land jadi Magnet Investasi Apartemen di Batam

Ingin punya apartemen di kawasan resort dan tetanggaan dengan Singapura? Ini dia rekomendasi apartemen di…

3 years ago

Hokben Hadir di Batam, Makanan Jepang yang Bikin Nagih

SIAPA sih ngga kenal dengan Hokben?  Pelopor makanan bergaya Jepang di Indonesia ini selalu dirindukan. Pasalnya …

3 years ago